Senin, 04 Mei 2009

The Big Idea







Sebenarnya apa sih tujuan dari iklan itu? dan mengapa iklan itu ada?. Pertanyaan ini mungkin sudah terdengar ketika jaman awal-awal kuliah di Diskomvis, namun kadang kita tidak lepas dari berpikir kreatif ketika membuat iklan. Padahal fungsi utama dari iklan adalah mengkomunikasikan produk, barang atau jasa melalui media agar komunikan ada rasa tahu (product knowledge), keinginan/membutuhkan (desire) membeli barang atau produk tersebut selanjutnya loyalitas akan produk itu (brand loyality).
Tetapi masalah akan timbul ketika iklan tersebut tidak menancap di benak sasaran, padahal sangat jelas bahwa iklan komunikatif-lah yang “mungkin” bisa mendongkrak penjualan. Padahal strategi penjualan tidak cukup hanya beriklan saja, masih banyak faktor lainnya, semisal distribusi, harga, kelebihan produk itu dibanding kompetitor (Unique Selling Point).

Era gaya komunikasi iklan sudah berubah, teori-teori tentang bagaimana membuat iklan ketika belajar di kampus Desain Komunikasi Visual dulu sudah berbeda meskipun kadang masih dibutuhkan juga. Unsur pesan iklan yang berupa headline, sub headline, bodycopy, ilustrasi, tagline dan masih banyak lagi sudah jarang kita dapati di beberapa iklan dengan segmentasi A+. Target audience ini apabila kita melihat atau menjumpai iklan kita harus berpikir dahulu sebelum mengerti pesan apa yang akan disampaikan dalam iklan itu. Lain dengan segmentasi C,D dimana masyarakat masih membutuhkan informasi yang komplit, sehingga unsur-unsur iklan seperti yang diajarkan di kampus masih relevan. Biasanya iklan seperti ini untuk produk yang ada di pasaran terutama untuk kalangan menengah bawah.

Kita tidak akan membahas seperti ini, tetapi yang sedang trend sekarang ini , dimana element iklan hanya berupa ilustrasi saja baik berupa foto maupun hand drawing ditambah logo produk. Tipikal iklan seperti inipun kadang masih bisa kita telaah, tetapi kadang juga terasa sulit. Karena yang membedakan ada unsur budaya lokalnya, coba kalo kita lihat situs-situs iklan di dunia maya. Hampir semua iklan seperti ini pesan disampaikan sangat simpel, tetapi yang sering kita temuai adalah iklan yang superlatif..! Superlatif bukan dalam headline atau verbalnya namun superlatif dalam visualnya, iklan seperti ini mungkin masih bisa kita terima message-nya tetapi ilustrasii yang tidak nyambung dengan produk yang diiklankan kadang kita berpikir lebih dalam untuk tahu isi pesan iklan itu.

Coba kita telaah sedikit, seperti print ad produk Diapers yang ada digambar paling atas. Sebuah ide gila yang simpel namun gampang dicerna bahkan lintas bangsa/budaya tahu akan message dari iklan ini. Bagaimana kekuatan diapers/popok bayi untuk menahan pipis biar tidak belepotan. Di iklan ini ujung-ujungnya visual superlatif yang dominan...sangat gila!! Diapers bisa menyerap air laut kebawah, sebuah visual iklan yang bombastis nampun tidak kampungan. (Coba bedakan antara naskah iklan yang bombastis dengan ilustrasi iklan yang bombastis juga). Akan berasa beda jika kita menangkap pesan/menilai iklan itu. Kembali ke print ad Diapers tadi, daya serap diapers yang begitu dahsyat sehingga sanggup penyerap air di samudra ini, jika iklan ini masuk ke Indonesia apakah P3I akan meloloskan iklan ini? Iklan yang berjudul “Huggies Waterfall” ini dibuat di Diamond Ogilvy, Korea Selatan. Kita tidak meragukan lagi portofolio Ogilvy di kancah periklanan termasuk juga Ogilvy Indonesia.

Ada juga iklan yang menggunakan visual yang sangat superlatif, simpel namun mengena!. Coba perhatikan iklan alat bor ini...mampu mengebor urat kayu yang mungkin usianya sudah ratusan tahun dan yang kita bayangkan adalah betapa kerasnya kayu tersebut. Dengan Bosch kayu yang keras tersebut bisa “dimainkan” untuk dipasang sekrup. Dengan headline “Unexpectedly powerfull. The IXO with Lithium-Ion Technology” sudah jelas pesan apa yang terkandung dalam iklan ini. Pendekatan iklan dengan menggunakan gaya USP plus visual yang pas disukung Art Direction yang ciamik membuat iklan semakin menarik. Dibuat oleh Agency Jung Von Matt, Hamburg Jerman, dengan Creative Director Andreas Ottensmeier dan Art Director Roman Mitteror dahsyat memang ide orang bule!!

Satu lagi kita bandingkan iklan produk perment karet Big Babol, brand ini dulu pernah saya tangani ketika sempat mampir di tempat saya bekerja di agency. Namun ketika tahun terakhir ini memang agak lain. Dengan key visual “Big” menjadi konsep dasar dalam mengkomunikasikan produk ini. Sebenarnya basic idea ini lebih mudah dieksekusi apabila ketika pas saya berinteraksi dalam pembuatan iklan ini. Asal permen karet berbentuk besar, message dalam ikan ini bisa diterima. Namun apakah gampang kita menggali ide dengan what to say-nya sebuah permen karet yang bisa mengembang besar. Sangatlah sulit untuk mengeksploitasi ide ini. Sebelumnya Big Babol sudah mengeluarkan iklan banyak versi dam masih berkutat di “giant big babol” sampai sekarang pun mungkin masih menggunakan pola ini. Iklan buatan DraftFCB Indonesia ini lumayan ciamik...stand out sekaligus pas dengan karakter produk. Dengan Creative Director Dicky Erlangga, the ad man yang sudah malang melintang di dunia periklanan. Memang sudah jadi orang iklan...disuruh mengkhayal saja dibayar....!

Rabu, 25 Februari 2009

Menemani disaat Sibuk


Terkadang kita lupa bahwa perjalanan waktu bisa terulang kembali, ketika kita menemui tempat yang pernah kita datangi, gambar yang pernah kita lihat, suara yang pernah kita dengar dan masih banyak lagi perbagai peristiwa kehidupan sehari-hari berimbas ke masa lalu.

Musik adalah bahasa universal, begitu kata sebagian orang. Musik bisa mengingatkan ke masa lalu, dan masih banyak lagi tanggapan seseorang tentang musik atau bisa dikatakan bunyi. Ternyata saya tidak sadar, sampai hari ini sering terdengar musik du kuping saya di era 80-an, era dimasa saya menginjak usia puber, era dimana dunia seakan damai dengan runtuhnya perang dingin...sebuah masa yang menyenangkan waktu itu. Jika dibandingkan dengan masa sekarang/dekade sekarang dengan munculnya berbagai perang, krisis ekonomi global dan masih banyak lagi.

Kembali ke musik yang mengingat masa lalu, memang di dekade 80-an, kalau kuping saya sering mendengar lagu dipastikan lagu itu tentang percintaan, moral dan perdamaian. Ini bisa kita lihat inisiatifnya Bob Geldof dengan konser Live Aid, satu untuk Afrika sampai munculnya lagu We are The World-nya mas Michael Jackson..sungguh sekaan dunia damai. Dan yang tak kalah asyiknya muncul lagu Top Hits (meminjam istilah waktu itu) dari grup band asal Midwest, Amerika yaitu Reo Speedwagon. Namanya aneh! Grup band dengan memakai nama mobil/truk. Tapi jangan salah, group musik inilah yang memunculkan lagu berjudul "Can`t Fight This Feeling" yang menurut saya cukup syahdu dan punya kenangan tersendiri. Selain itu juga lagu "Keep On Loving You" namun sayang lagu ini tidak sempat mampir dikuping saya terlalu lama alias biasa saja..

Suatu saat saya search lagu "Can`t Fight This Feeling" ini via youtube,satu sampai tiga menitan kuping saya menikmatinya, tetapi mata saya tidak! Karena di clip lagu tersebut sungguh lain dari apa yang saya bayangkan. Di video tersebut Mike Murphy (vokalis) dan cs-nya terlihat culun..denga gaya gondrong 80-an seakan tidak link dengan masa sekarang. Ini yang membuat saya mersa "hambar" dan "kurang greget" jika melihat klip dari lagi ini. Kesimpulannya: Lagu-lagu jaman dulu lebih enak didengerin daripada mendengar dari video klip-nya, sangat tidak nyambung antara gambar dengan keadaaan sekarang.

Ok! Selamat mendengarkan atau silakan search di youtube.com. Cuma saran saya kalau lagi loading tinggal aja dulu, setalah mau mendengarkan (play) siap2tutp mata..perasaan jadi lain deh.




Can`t Fight This Feeling

I cant fight this feeling any longer
And yet Im still afraid to let it flow
What started out as friendship, has grown stronger
I only wish I had the strength to let it show

I tell myself that I cant hold out forever
I said there is no reason for my fear
Cause I feel so secure when were together
You give my life direction
You make everything so clear

And even as I wander
Im keeping you in sight
Youre a candle in the window
On a cold, dark winters night
And Im getting closer than I ever thought I might

And I cant fight this feeling anymore
Ive forgotten what I started fighting for
Its time to bring this ship into the shore
And throw away the oars, forever

Cause I cant fight this feeling anymore
Ive forgotten what I started fighting for
And if I have to crawl upon the floor
Come crashing through your door
Baby, I cant fight this feeling anymore

My life has been such a whirlwind since I saw you
Ive been running round in circles in my mind
And it always seems that Im following you, girl
Cause you take me to the places that alone Id never find

And even as I wander Im keeping you in sight
Youre a candle in the window on a cold, dark winters night
And Im getting closer than I ever thought I might

And I cant fight this feeling anymore
Ive forgotten what I started fighting for
Its time to bring this ship into the shore
And throw away the oars, forever

Cause I cant fight this feeling anymore
Ive forgotten what I started fighting for
And if I have to crawl upon the floor
Come crushing through your door
Baby, I cant fight this feeling anymore.

Rabu, 10 Desember 2008

Memahami Format Gambar Digital


Kembali ke Laptop!! Kembali ke masa kuliah!! Seiring dengan perkembangan teknologi, ketika saya masih kulia diajari Mata Kuliah Proses Cetak. Menurut saya sudah sangat standard di bidang industri grafis saat itu, namun sekarang sudah lain /sangakt cepat berupah. Pada prinsipnya sama sih, sekarang kita masih memakai CMYK namun format gamabr semakin bertambah saja. Berikut laporannya yang diolah dari berbagai sumber..(semoga lebih fresh lagi ingatan kita)


Salah satu daya tarik manusia dalam menikmati suatu objek adalah adanya unsur gambar (image). Gambar digital merupakan dokumen berbentuk file yang dihasilkan melalui perangkat elektronik atau media digital. Hasil teknologi gambar digital terus dikembangka

Salah satu daya tarik manusia dalam menikmati suatu objek adalah adanya unsur gambar (image). Gambar digital merupakan dokumen berbentuk file yang dihasilkan melalui perangkat elektronik atau media digital. Hasil teknologi gambar digital terus dikembangkan ke dalam berbagai format demi memenuhi kebutuhan cetak atau non-cetak. Beruntung sekali, saat ini tersedia banyak tools software untuk membuat serta mengolah (manipulasi) sebuah gambar, baik yang gratis (freeware) ataupun berbayar (shareware). Teknologi cetak printer juga semakin canggih dan inovatif.

Sebagian desainer menuangkan karakter dan ide dalam coretan-coretan tangan, selanjutnya di-scanning (digitalisasi) ke dalam komputer dan hasilnya ?diolah? sesuai kebutuhan.
Untuk mendapatkan hasil image terbaik, perlu dipahami karakteristik atau seluk beluk gambar dan warna. Contohnya, ketika memperbesar ukuran gambar tetapi hasilnya menjadi pecah-pecah atau kabur (blur). Bisa jadi, ini dikarenakan gambar ?asli? yang sedang kita olah bertipe raster atau tidak cukup resolusinya. Contoh lain adalah tidak semua gambar mendukung untuk ditampilkan di web. Kalaupun dipaksakan, web menjadi berat dan menyusahkan untuk dilihat.
Contoh lain adalah ketika sobat mencetak gambar bertipe gif atau png maka hasilnya sering kurang memuaskan. Eps dan Tiff adalah format file yang popular untuk urusan mencetak sebab memiliki dukungan warna yang lebih lengkap.

Vektor vs (Bitmap) Raster
Dalam proses pembuatan gambar digital, kadang-kadang perlu dilakukan konversi dari raster ke vektor ataupun sebaliknya. Misalnya ketika membuat sebuah logo dengan efek-efek khusus dan mencetak gambar di kertas.

Secara garis besar, gambar dibagi menjadi dua kategori.
1. Aplikasi Vektor
Adobe Ilustrator, Corel Draw, Macromedia Freehand
2. Aplikasi Bitmap (raster)
Adobe Photoshop, Corel Photopaint, Macromedia Firework

Vektor adalah serangkaian instruksi matematis yang dijabarkan dalam bentuk, garis, dan bagian-bagain lain yang saling berhubungan dalam sebuah gambar. Ukuran file relatif kecil dan jika diubah ukurannya (seperti gambar di bawah ini) kualitasnya tetap. Contoh file vektor adalah .wmf, swf , cdr dan .ai. Dan sering dipakai dalam membuat logo, animasi, ilustrasi, kartun, clipart, dan sebagainya.

Bitmap adalah gambar bertipe raster. Mengandalkan jumlah pixel dalam satu satuan tertentu. Semakin rapat pixel, semakin baik kualitas gambar. Sebaliknya, jika dipaksa diperbesar akan terlihat pecah (seperti gambar di bawah ini). Besar file yang dihasilkan cenderung besar. Contoh bitmap adalah .bmp, .jpg, .gif.

RGB vs CMYK

RGB adalah singkatan dari Red-Green-Blue, tiga warna dasar yang dijadikan patokan warna secara universal (primary colors). Dengan basis RGB, kita bisa mengubah warna ke dalam kode-kode angka sehingga warna tersebut akan tampil universal. Patokan standar seperti ini ?wajib? karena dalam konteks profesional, kita tidak bisa mengatakan, "Saya ingin warna dasar website biru muda." Nah, biru muda yang seperti apa? Apakah seperti catnya taksi blue bird? Atau seperti langit cerah? Atau warna telor asin? Ataukah birunya Persib?

Dengan standar RGB, kita bisa mengatakan, "Yang dimaksud adalah warna R : 115 ? G : 221 ? B : 240 ." Dengan bahasa lain, warna biru yang kita inginkan mempunyai unsur warna merah sebesar 115, hijau 221, dan birunya 240 derajat. Range angka untuk masing-masing dimensi warna di RGB adalah 0 - 255. Jadi, kode RGB 0 ? 0 ? 0 sama dengan warna hitam dan 255 ? 255 - 255 adalah warna putih. Khusus warna di internet baru mampu mengenali standar warna RGB. Untuk memeriksa apakah file image berbasis RGB atau CMYK, silakan cek dengan aplikasi Photoshop (klik menu "Image > Mode").

CMYK merupakan standar industri cetak saat ini. Singkatan dari Cyan ? Magenta - Yellow, dan K mewakili warna hitam. Kenapa K? bukan B (black)? Ternyata alasannya cukup simple, supaya orang nggak keliru dengan B (Blue) di RGB.
Sama seperti RGB, CMYK juga mengandalkan standardisasi warnanya ke dalam koordinat. Rangenya antara 0 - 100 sehingga kehadiran unsur K sangat menentukan. Berapapun koordinat CMY-nya, selama K-nya 100 maka warna tersebut akan jadi warna hitam.
CMYK merupakan standar warna berbasis pigment-based, menyesuaikan diri dengan standar industri printing. Sampai saat ini, dunia cetak-mencetak memakai 4 warna dasar dalam membuat warna apa pun. Untuk Anda yang memiliki printer warna, coba perhatikan cartridge tinta warnanya, biasanya berbasis CMYK.

Sedangkan internet/web dan monitor memakai warna RGB. Standar ini bersifat light-based, bukan pigment. Apa bedanya? Bukan dari sekadar warna dasar yang dipakai, tapi dari jenis warnanya sendiri.
Light-based colors (RGB) kalau dicampur akan jadi warna putih (saling menerangkan) sedangkan pigment-based colors (CMYK) kalau dicampur akan jadi warna hitam (saling menggelapkan).

So, agar tidak kecewa, gambar untuk di-print sebaiknya di konversi dulu ke CMYK (kecuali pada printer modern yang profile-nya bisa diatur). Dan image buat ditampilkan di layar monitor harus dikonversi dulu ke RGB.

Web atau Cetak

Hal paling utama dalam membuat grafis untuk web adalah menciptakan file sekecil mungkin. Web gambar cukup membutuhkan gambar RGB dengan resolusi 72 dpi sedangkan untuk kebutuhan cetak memakai tipe (CMYK) dengan resolusi 300 dpi.
Standar resolusi tersebut sudah umum dan berlaku secara luas. Nilai tersebut merupakan resolusi paling reliable untuk dapat dilihat dengan mata manusia.
Jika resolusi semakin tinggi, mata manusia tidak akan dapat mengetahui bedanya. Oleh sebab itu, 300 dpi dianggap nilai yang cukup untuk dicetak. Lain halnya dengan teks, dibutuhkan resolusi yang lebih besar, yakni 400 dpi. Mengingat pada teks biasanya terdiri dari satu warna.
Resolusi dan size sangat mempengaruhi besarnya file. Contohnya, pada sebuah gambar CMYK dengan ukuran 5 x 5 inch dan resolusi 300 dpi. Maka ukuran filenya kira-kira sebesar (5 x 300) x (5 x 300) = 600 x 600 = 360000 = 8,58Mb (Silakan cek kombinasi tersebut dengan aplikasi Photoshop).

Pixel
Merupakan titik individu dari suatu warna. Arti lainnya adalah unit terkecil dari informasi digital yang terdapat dalam sebuah gambar. Setiap foto atau gambar terdiri atas ribuan atau jutaan pixel warna. Anda bisa melihat pixel warna suatu gambar dengan cara melakukan pembesaran gambar (zoom).

Sekilas format gambar
JPEG (Joint Photographic Expert Group) atau JPG. Format ini didesain untuk gambar-gambar dengan kedalaman warna 24-bit. Merupakan file standar dan paling populer di internet dan media cetak.

GIF (Graphics Interchange Format). GIF terbatas dalam 256 warna saja, tapi salah satu warnanya bisa dibuat ?transparan? sehingga kita bisa meletakkan gambar dengan warna latar yang berbeda-beda. Selain itu dapat dipakai sebagai animasi.
Sekitar Agustus tahun 1999, terjadi diskusi panjang tentang penggunaan format GIF di dunia intenet. Betapa tidak? Unisys sebagai pemegang hak paten metode kompresi GIF (LZW Compression) mendadak mengumumkan penarikan biaya sebesar $5000 bagi setiap pemilik dan developer situs yang memanfaatkan format gambar GIF. Padahal format GIF sudah telanjur mendunia.

PNG (Portable Network Graphics). Sebuah konsorsium yang terdiri atas berbagai perusahaan digital mengembangkan sebuah format baru yang disebut PNG. Merupakan jalan alternatif pengganti GIF dengan mencontoh metode kompresi gambar LZW. Sekarang ini semua browser internet sudah mendukungnya.
Format ini memiliki keistimewaan untuk menyimpan bermacam-macam kedalaman warna. Format baru ini tidak mengikis 'informasi' warna dalam gambar seperti yang dilakukan JPG. PNG juga membolehkan 'transparan'.
Pilihan yang umum dalam mengekspor gambar dalam format PNG adalah PNG-8 dan PNG-24. Maksudnya kira-kira mirip dengan pilihan kita ketika mengekspor dalam GIF terdapat pilihan kedalaman 3 (artinya 8 warna), 4 (16 warna), atau 8 (256 warna).

TIFF (Tagged Image File Format). File yang dihasilkan adalah .tif. Format ini sangat cocok digunakan untuk desktop publishing.

BMP (BitMap Graphics). Format kuno dan abadi ini telah dikenal ketika sistem operasi DOS dan Windows sampai sekarang. File yang dihasilkan adalah .bmp.

Jika Anda ingin menajamkan pengetahuan grafis tentang teknik-teknik pembuatan dan manipulasi, silakan kunjungi informasi web di bawah ini:

www.stickysauce.com/tutorials/
www.voidix.com
www.planetphotoshop.com
www.rainworld.com/psworkshop
www.eyewire.com/tips/photoshop
robouk.mchost.com/tuts/ps.php
www.digital-foundry.com
www.larabients.com
www.teamphotoshop.com
www.designsbymark.com

(Sumber: Diambil dari berbagai sumber)

Kamis, 18 September 2008

TELEVISI = SILIT PITIK?

Dalam sebuah pengajian, seorang santri bertanya kepada gurunya, “Kyai, bolehkah kami menonton televisi?” Pak Kyai yang dikenal moderat menjawab, “Boleh saja nonton TV, tapi hati-hatilah, TV itu tidak ada bedanya dengan ’silit pitik’ alias pantat ayam..” Para santri bingung.

Pak Kyai menyambung, “Ya, TV kita seperti silit pitik. Kalau pagi bertelur satu, tetapi setelah itu hanya kotoran bau tengik yang keluar… Kalau pagi memang ada acara siraman rohani di televisi, tetapi setelah itu TV hanya tampilkan acara kekerasan, mistik, jorok, gossip, gaya hidup palsu, dan sejenisnya.

(ide: Mas Bambang Purwoko)

Selasa, 16 September 2008

My Signature




"Jangan banyak bolong-bolongnya mas...." begitulah kalimat yang terucap pada beberapa hari lalu ketika saya ngobrol ngalor ngidul sambil menunggu teman. Dua batang rokok telah aku hisam dengan ditemani kopi cream, serasa semakin hangat ulasan bapak itu dalam mengkomentari tanda tanganku. Garis tegas sudah kucoret sampai beberapa kali dalam selembar kertas di terangi sinar lampu neon abal-abal 5000 rupiahan. Agak gelap memang, namun merasa pas dengan komentar-komentarnya.

Seandainya ada sekolah dengan fakultas ahli ramal, mungkin orang ini akan menjadi dekan satau setidaknya jadi dosen. Bagaimana tidak hasil dari telaah tanda tanganku oleh beliau, aku jadi merinding sekaligus semakin misteri debalik goresaanya tadi. Dalam hati, seandainya ramalan tentang karakter tandatanganku pas, mungkin beliau bukan manusia bisa juga manusia dengan kemampuan lain, tetapi seandainya tidak tepat..sudah dipastikan ramalannya tidak tebat, bulshit, bohong, mblendes alias asal ndobos saja.

Namanya juga iseng sambil menunggu teman, setelah topik tantang makna dari tanda tangan, pembicaraan berlanjut ke masalah yang lebih jauh lagi...sebuah dunia mistis!
Gila..semakin "gak mudeng" dalam pikiranku. Kontradiksi dari pekerjaanku sehari-hari yang memegang dunia grafis dengan alat komputer. Orang bilang akhirnya timbul one way communication alias sebuah komunikasi yang tidak nyambung. Satunya cas..cis..cus..satu lagi cuma bisa mendengarkana saja. Namanya juga menghargai orang, ketika lawan bicara mendominasi pembicaraan kita selanjutnya mendengarkan..lama-lama boring juga.

Akhirnya temen jugalah yang menyelesaiakan topik pembicaraan ini, tanpa si bapak tadi tersinggung. AKhirnya temanku datang...yo wis bubar sudah acara talk show "Ndobos Nite Long" di sebuah ruang dengan lampu neon 5000an tadi.

Awas Target Tertidur





keisengan yang unik ini ternyata semakin banyak memakan korban, tak terkecuali orang luar divisi yang merasa ngantuk atau pingin istirahat sebentar (tentunya dengan memejamkan matanya) tak luput dari target bidikan temen-teman. Sampai tercipta sebuah kesepakatan divisi grafis daerah bebas tidur, maksudnya barang siapa yang tidur di ruangan grafis dipastikan nongol tuh.."potret diri" di dinding, kadang temen tidak sadar ketika diajak untuk melihat hasil jepretan ternyata da foto dia.

Namanya anak kreatif, temen yang iseng tadi masih dibawah dengan keisenganku. Mosok ngantuk kok ditahan..rebahin saja ke tembok atau sandarin saja ke kursi. Karena aku sadar jarak yang lumayan jauh antara kantor dengan rumah, apa jadinya disaat pulang kerja kondisi badan tidak fit (ngantuk dan sebagainya) bisa berakibat fatal.
Hari itu aku benar-benar ngantuk berat, sementara kondisi ruangan grafis seperti ini.
Sebuah keamanan dan kenyamanan tidur susah di dapat jika kondisinya masih seperti ini, padahal sebenarnya kalo kita bekerja niatnya bukan untuk tidur. Sementara istirahat atau tidur adalah dampak dari bekerja, mungkin berakibar capek dan terlalu banyak pekerjaan yang menumpuk.


Akhirnya aku punya akal, kulihat di sekitar ruangan ada gak kira-kira sebuah benda yang bisa untuk menutupi mukaku sementara aku bisa tidur dengan nyenyaknya. Tanpa publikasi, tanpa target bidikan..akhirnya kutemukan juga. Setengah jam mukaku masuk dalam ruangan "kedap suara" bagaikan menunggu datangnya bintang di tengah malam...sepi dan gelap. Menjadikan mata selalu beradu dalam gelapnya ruangan yang menutupi mukaku. Sungguh nikmat siang itu, setengah jam cukup untuk menetralisir rasa ngantukku.Badan tampak segar pikiran semakin dingin dan pekerjaan telah menyambutku lagi... Dan hasilnya bisa di lihat seperti gambar di atas. He..he..he...

Senin, 15 September 2008

Yang Tak Selalu Sama


Apa kabar kembar..akhir-akhir ini ayah tidak pernah menulis tentangnya...Ya..anakku selain Nasywa yang paling gede dan adiknya Nadira dan Nabila, si kembar yang juga sering berantem dengan alasan yang sepele dan standard banget untuk kategori anak kembar. Ada yang gara -gara rebutan pensil, baju yang ketukar dan banyak kejadian-kejadian yang membuat si kembar berantem. Berikut mungkin saya ceritakan pengalaman mempunyai anak kembar:

Hubungan dengan sang kakak.
Meskipun lahir dengan satu placenta atau orang bilang kembar identik, namun sifat dan watak Nadira dan Nabila sangat berbeda. Perbedaan sifat ini pula yang mempengaruhi pola hubungan si kembar dengan kakaknya (Nasywa). Sebelum saya menulis lebih lenjut tentang hubungan si kembar dengan kakaknya, sebaiknya saya uraikan dulu sifat yang berbeda ini.

Nadira:
sifatnya banyak omong, perhatian ke dalam/keluarga lebih besar, lebih dekat ke ayahnya (menurut saya pribaadi), patuh dan disiplin dalam hal mandi, tidur siang dan malam termasuk ketika buang air kecil/pipis, agak penakut/cengeng, perlu waktu lama untuk beradaptasi dengan orang baru cenderung suka main di rumah.

Nabila:
Sifatnya banyak ngomong juga, tetapi perbendaharaan kata lebih banyak seperti seumuran anak SD, orangnya “tengil” suka iseng, lucu dengan kelakuannya, tidak cengeng, patuh tetapi kadang kurang disiplin seperti jarang tidak mau tidur siang, sehabis bangun tidur tidak langsung mandi dulu , gampang akrab dengan orang baru.

Dari beberapa perbedaan sifat di atas, kira-kira bisa ketebak mana yang lebih dekat dengan sang kakak? Jawabnya Nabila, karena dia gampang bergaul dengan orang baru. Sementara sang kakak (Nasywa) kadang ada temennya yang main ke rumah, kalau si Nadira lebih dekat ke bunda kadang juga malah suka main dengan mbak-nya (pembantu). Tetapi ketika mereka bermain di rumah bertiga, tentunya si kembar lebih “soul mate” dengan kembarannya, misal Nabila sedang berantem dengan kakaknya biasanya Nadira membela “kembarannya” begitu pula sebaliknya.


Hubungan sosial
Alhamdulillah saya mempunyai anak kembar, keduanya tidak merasa “kuper”, karena sejak awal saya sudah commit bahwa mereka harus bersosialisasi juga dengan teman mainnya di luar rumah. Dan saya yakin dampak “tidak kurang pergaulan” ini juga mungkin dari sang kakak (Nasywa), ketika kakaknya main di luar keduanya ikut main, begitupula ketika teman sang kakak (Nasywa) main di rumah si kembar akhirnya ikut bergabung juga. Ini mungkin si kembar masih punya kakak atau terlahir dengan urutan anak ke-2 dan ke-3. Entah apa jadinya seandainya Nabila & Nadira sebagai anak ke-1 dan ke-2, mungkin mereka cenderung keasyikan bermain di rumah berdua.
Katika kembar bermain di luar, keduanya tidak pisah dipisahkan. Dipastikan selalu bermain bareng jarang saya menemui Nadira bermain terpisah dengan Nabila ketika mereka bermain di luar rumah. Ini yang menjadi kekhawatiran saya, pernah ketika si Nadira & Nabila ikut lomba 17-an, mereka ikut lomba memasukan bendera ke dalam botol. Si Nadira masuk semi final semantara Nabila tidak , anehnya ketika mau di mulai itu lomba si Nadira tidak mau mengikuti lomba dengan alasan si Nabila tidak ikut lagi. Berbagai bujukan oleh panitia termasuk saya yang juga menonton tidak mau juga...akhirnya terpaksas Nadira tidak meneruskan lombanya alias diskualifikasi dengan alasan sepele...
Dari peristiwa di atas lantas saya berpendapat ternyata sudah benar-benar “soul mate” si kembar nih, tidak terpisahkan. Tetapi saya berharap kejadian di atas seharusnya tidak berpengaruh terhadap hubungan si kembar, seharusnya mereka mandiri dan tidak tergantung sesama kembarannya.

Berantem sesamanya
Apakah anda pernah melihat anak kembar sedang berantem? Tak ubahnya sama dengan anak-anak lainnya. Seru! sekaligus was-was, bagaimana tidak..ketika mereka berantem untuk masalah yang kecil ujung-ujungnya dengan cepat tangan menarik rambut kembarannya.

Biasanya mereka berantem karena rebutan pensil meskipun keduanya sudah memiliki satu-satu, baju yang tidak bisa di tukar dengan kembarannya, kadang juga keisengan Nabila yang selalu menggoda kakaknya Nadira. Disisi lain sifat Nadira yang agak manja dan gampang tersinggung sementara Nabila orangnya suka iseng. Keisengan ini terjadi ketika mereka berantem, Nadira seketika itu memukul badan Nabila, sementara Nabila sembari berucap..”he gak sakit.., he gak sakit..” akhirnya berkejaran tak ubahnya seperti harimau menangkap mangsanya, Nadira semakin emosi kadang sambil menangis melakukan “serangan” lagi ke Nabila sambil berucap..”he gak sakit.., he gak sakit..” di sertai tawa sambil mengejek.

Tetapi ketika Nadira semakin kencang tangisannya saya jadi semakin ngeri melihatnya..ujung-ujungnya ditariknya rambut Nabila akhirnya sebuah “pertempuran telah usai” dengan gegap gempita suara tangisan keduanya pecah di dalam rumah. Biasanya kalau saya atau istri melihat kejadian seperti ini langsung saya lerai.

Anak kembar memang kalau di lihat secara fisik orang lain mengatakan persis/mirip sementara saya dan istri sebagai orangtua kembar dengan mudah membedakan bentuk fisik Nadira dan Nabila. Kadang saya juga menasihati keduanya, bahwa anak kembar itu tidak boleh berantem karen aketika lahir si kembar juga “tidak berantem” dalam perut bunda.. Tetapi namanya juga anak kecil, malah mereka sering bertanya yang lucu-lucu, maklum Nadira dan Nabila baru berumur 3,5 tahun.