Kamis, 24 April 2008

Motor butut jago ngebut




Minggu -minggu ini saya ke kantor jarang naik motor kesayangan ini, bukannya kenapa. Maunya sih pingin ngirit tetapi mungkin juga karena umur motor sudah mau mendekati kepala satu (10 tahun). Sekarang sudah mulai banyak kerusakan di beberapa parts, dan anehnya saya juga sudah mulai malas-malasan untuk memperbaiki motor butut ini. Teman-teman mengatakan, kalo butut sih enggak lah..wong baru di beli tahun 2001, yach..itung-itng sudah berumur 7 tahun. Tidak begitu tua juga tidak begitu muda untk usia kendaran sepeda motor di Jakarta.

Sempat saya disuruh minggir oleh pengendara lain hanya gara-gara membaca stivker tulisan dalam spatboard sepeda motor saya. Orang tadi sambil meneriakkan kalimat yang sama dalam stiker itu sambil tertawa...Sebenarnya orang awan tidak akan tahu arti yang tertulis dalam stiker itu hanya orang yang tahu bahasa jawa mungkin mereka akan tertawa. "bagoe-bagoes ngisingan" sebuah konotasi jorok namun lucu yang ada dalam tulisan itu. Kurang lebih artinya "cakep-cakep (maaf)suka berak...". Berarti orang yang mengendarai motor ini orangnya cakep sayang sering BAB.

Sebenarnya motor ini punya sejarah tinggi, kalo saya menengok ke belakang. Karena sebelum keluar dari kantor lama saya sudah side job di beberapa biro iklan, untuk membuat storyboard. Keluar masuk biro iklan sebagai visualizer freelance, menjadikan saya makin asyik dengan pekerjaan ini. Sudah begitu biasanya kalo bikin storyboard, honornya di gabung sekalian, maksudnya di jadikan beberapa versi baru saya menerima honor tersebut. Dari hasil job bikin storyboard dan beberapa desain lain inilah yang akhirnya dapat untuk membeli sepeda motor baru. Belinya pun tidak mencicil seperti sekarang ini melainkan dengan cash..

Sehabis pulang kerja kadang saya duduk ditemani sebatang rokok, sambil melihat motor bututku ini, alhamdulillah sebagai alat transportasi di rumah selain Avanza dan Mio istriku.Mau di jual sayang tidak dijual butuh uang...untuk memperbaikinya. Biar saja nongkrong di samping kamar tamu, kalo motor bututku bisa berkata, mungkin ingin istirahat sejenak setelah sekian lama bolak-balik minimal 30 kilometer dalam sehari, menemaniku berangkat dan pergi ke kantor..Sabar ya..aku tidak akan menggantikanmu dengan motor baru....

Sabtu, 08 Maret 2008

Duh..! BBM-ku..


Sekarang ini kita dihadapkan pada kelangkaan sumber energi, berapa ribu barrel saja yang terbuang seandainya pemakai kendaraan di seluruh dunia memakai minyak/ sumber energi ini, saya tidak habis pikir sampai seberapa banyak stok bahan bakar yang ada seandainya pemakaian dari sekarang tidak mulai kita hemat. Lihat saja sepeda motor di Jakarta dan juga mobil yang berlalu lalang, misal sepeda motor di Jakarta ada sekitar 3 juta terus masing-masing setiap minggunya mereka isi full tank 5 liter, tinggal mengkalikan saja itu, berapa liter bensin yang terbuang untuk sebuah alat transportasi yang bernama sepeda motor. Kalau tidak salah sekitar 15 juta liter dalam setiap minggunya, energi/bahan bakar yang digunakan untuk sepeda motor saja, itu belum termasuk kendaraan roda 4, dan saya yakin digitnya lebih banyak, karena tinggal mengkalikan juga berapa isi/full tank untuk sebuah mobil, ada yang 45 liter, ada juga yang 55 liter. Misal kalo seminggu mereka/pengguna mobil menggunakan 55 liter pulang pergi dari rumah ke kantor, tinggal menjumlahkan saja berapa dalam seminggu, dalam sebulan dan dalam setahun. Itu baru di Jakarta saja, bagaimana dengan kota-kota lain, negara lain? Sementara itu kita tahu bahwa minyak itu sangat terbatas untuk mencukupi kebutuhan energi di dunia ini.Tulisan ini sebenaranya keisengan saya saja, ketika kita dihadapkan pada betapa mahalnya sebuah sumber energi yang sering kita butuhkan seperti bensin, solar, minyak tanah dan sebagainya.

Apa yang terjadi dengan kelangkaan BBM untuk masa depan? Sementara kendaraan bermotor semakin banyak, kredit motor/mobil semakin gampang, terus langkah apa yang di tempuh pemerintah/kita selaku warga negara yang berpikir bukan untuk saat ini saja, melainkan juga memikirkan nasib anak cucu kita. Alat transportasi massal yang amburadul saya kira yang menjadi penyebab orang berpikir untuk membeli sepeda motor/mobil. Lihat saja bus PPD, Mayasari, Kopaja.Duh... tinggal kaca bus saja yang terlihat, itupun juga buram karena memang angkot tersebut tidak ada perawatan khusus. Belum body-nya kusam, berdebu di musim kemarau bercampur lumpur di musin hujan. Belum termasuk perawatan mesin dan tingkah para pengemudinya..Sungguh ironis memang! Saya pribadi berpikir dua kali seandainya dengan kondisi begini untuk naik sebuah angkot, kenapa?. Ya memang kondisi angkot kita seperti di atas, apakah nyaman untuk sebuah alat transportasi?

Boleh dong kita berandai..seandainya alat transportasi kita nyaman dan bisa masuk ke daerah pedalaman (maksudnya sampai daerah yang sudah di lalui kendaraan umum) saya yakin alat transportasi massal bisa mengatasai masalah di atas dan masuk di hati masyarakat, Busway, ini salah satu program pemerintah jakarta yang patut diacungi jempol!. Namun itupun untuk beberapa rute/koridor saja, selanjutnya bukan malah bikin nyaman tetapi menimbulkan kemacetan.Busway idealnya digunakan untuk jalan yang memiliki 3 lajur, kalo untuk 2 lajur diterapkan untuk busway yang terjadi seperti di rute Pasar Rebo-Kampung Melayu, bukannya tambah cepat naik busway sama saja dengan naik mikrolet. Karena lajur jalan raya Bogor- Cililitan cuma dua lajur, terpaksa lajur untuk busway di lalui kendaraan pribadi/motor. Sama saja kan? Maksud saya sama saja dengan naik mikrolet.Pusing memang memikirkan trasportasi Jakarta, seorang Fauzi Bowo-pun pusing juga kalau tidak ada partisipasi dan dukungan masyakarakat untuk menggunakan angkutan umum.

Kembali ke laptop!!! Solusinya bagaimana? Kalo kita tidak bisa memecahkan masalah dengan kebijakan pemerintah yang masih belum signifikan, dengan keadaan sekarang, terus apa tindakan kita. Banyak cara untuk menghemat sumber energi/BBM, kalo tidak dari diri sendiri mau kapan lagi? Ini pertanyaan yang saya nantikan. Maksudnya kita sendiri yang memulai untuk menghemat BBM. Kalau tidak penting banget jangan menggunakan mobil, bisa diatasi dengan motor gunakan sepeda motor. Usahakan punya sepeda untuk bepergian yang dekat, semisal ke warung atau ke pasar (yang bisa terjangkau gunakan sepeda) .Matikan lampu bila tidak perlu, jangan terlalu lama memanasi mesin kendaraan anda. Dan masih banyak lagi bagaimana cara untuk menghemat BBM. Hemat BBM sayangi anak cucu kita.

BBM vs Dengkul


Minggu ini sepertinya hari yang lain buat saya, berkenaan dengan semakin susahnya untuk mendapatkan BBM yang murah,niat olah raga itu sudah pasti tetapi di balik itu hemat energi perlu. Energi yang dimaksud di sini berupa bahan bakar minyak. Atau kasarnya energi minyak di ganti energi dengkul. Ya hari minggu saya hampir seharian pergi keluar rumah menggunakan sepeda.

Dimulai dari jam 06.00 pagi, saya gowes bareng dengan teman-teman ke Cibinong, siangnya gowes lagi ke Condet terus sekalian mampir ke Kalisari, pulangnya sore hari ,sudah begitu kehujanan juga. Tidak masalah dengan keadaan ini, karena saya merasa enjoy. Itulah yang saya rasakan. Kalo dihitung-hitung berapa kilometer yang saya lalui perjalanan sepanjang hari ini, terus berapa liter bensin jika saya menggunakan kendaraan. Coba saya hitung dengan tabel di bawah ini:

Cibubur - Cibinong jarak tempuh -+ 17 km pulang pergi 34 km
Cibubur - Condet jarak tempuh -+ 10 km pulang pergi 20 km
Cibubur - Kalisari jarak tempuh -+ 6 km pulang pergi 12 km

Trip kilometer keseluruhan sekitar 66 km, ukuran ini tidak valid, tetapi setidaknya bisa buat acuan kira -kira berapa liter bensin yang di keluarkan untuk sebuah perjalanan dengan jarak tempuh 66 km. Kalau kita memakai sepeda motor, mungkin butuh 1 sampai 1,5 liter bensin. Dengan mobil mungkin sekitar 6 liter premium (dengan asumsi 1 liter banding 11 km).

Minggu kemarin setidaknya saya telah berhemat 1,5 liter bensin untuk motor saya dan 6 liter premium untuk mobil saya. Dan yang sangatlah penting, sudah menghemat BBM dan program udara bersih di tengah maraknya issu "global warming".Hemat energi untuk anak cucu kita kelak!

Jumat, 15 Februari 2008

Kanibal di Jalanan 2

Seandainya cangkul saya di sini sudah tidak mempan lagi untuk menggali mendingan pulang kampung aja deh..Kata di atas mungkin akan tepat untuk waktu 15 sampai 25 tahun kedepan, karena mengingat faktor kondisi. Baik usia maupun dinamika kota Jakarta, yang semakin hari semakin pengap,macet di mana-mana,kriminalitas tinggi dan tidak ada kepedulian sesama orang, bisa jadi ada tapi hanya segelintir orang. Yang saya maksud di sini ketidakpedulian terhadap budaya berlalu lintas yang tertib.

Semua orang tahu bahwa traffic light dengan 3 warna mempunyai arti masing-masing, tetapi lihat saja budaya para pengguna jalan. Sepertinya tidak sabar untuk jalan, buktinya ketika lampu hijau menyala berarti kendaraan boleh jalan, namun sering kita mendengar bunyi klakson mobil/motor saling bersahutan. Ataukah mereka tidak tahu kalo kendaran yang di depan itu juga sedang berjalan, namun pas lampu hijau menyala, sekali lagi ketika mau jalan didepan tidak memungkinkan karena masih ada saja kendaraanyang melintas. Berarti ini kan dari seberang jalan, pengguna jalan menerobos lampu merah dan berakibat macet ke semua arah jalan. Sungguh tidak tertib.Orang boleh bilang pengguna kendaraan/mobil pribadi lebih tertib dari pengguna motor/bikers. Kalo saya boleh bilang keduanya tidak tertib.
Kendaraan pribadi/mobil lewat di tol saja masih memakai marka/bahu jalan padahal kita tahu bahu jalan dipakai apabila dalam kondisi darurat. Apakah ini tertib? Sangat berbahaya menurut saya. Lucunya jalan tol di jakarta, ruas kiri lebih cepat lajunya di bandingkan ruas kanan. Padahal seharusnya sebaliknya. Jalur kanan untuk kendran melintas lebih cepat. Sungguh aneh memang kesadaran pengemudi kita....

Nyodok kiri/kanan untuk sebuah kesempatan jalan sudah lumrah bagi pengendara motor (termasuk mobil), karena dengan menyodok tersebut ruas jalan bisa ketutup untuk pengguna jalan lain, sementara kita bisa maju ke dapan dengan lancar. Bukankah ini dikatakan juga kanibal sesama pemakai jalan? Masih mending. Saya pernah mengalami 2 kali kejadian yang tidak mengenakkan.
1. Suatu hari selepas pulang kerja (saya membawa mobil ) padahal kalo saya amati jalanan tidak begitu macet, ketika di depan saya ada bikers memotong jalan, saya kaget..dengan reflek saya pencet itu klakson. Apa reaksi bikers tadi? Tanpa basa basi mereka marah-marah sambil membuka helm menuding-nuding ke arah saya. Gila..ini dihutan atau jalan raya nih..! Pikirku dalam hati. sebenarnya fungsi klakson itu untuk apa sih? Menurutku banyak sekali mungkin bisa untuk mengingatkan, untuk minggir, untuk memanggil dan masih banyak lagi tergantung konteks penggunaan. Menanggapi kejadian tadi saya hanya bersabar, mungkin mereka telah capek seharian kerja dan melihat kondisi jalanan seperti ini..jadi mungkin tingkat emosi nya lebih tinggi. Ini menurut saya.

2. Pernah juga suatu ketika saya bersama nyonyah dan anak-anak habis pulang jalan seharian. Kalo tidak salah pas hari minggu. Saya berangkat agak siang dan pulangnya tengah malam, sekitar 23.30 WIB. Ketika saya keluar dari tol Cibubur untuk menuju ke rumah, dihadapkan dengan kejadian yang tidak masuk di akal. Tetapi intinya saya disuruh berhenti dan keluar dari mobil. Jadi pas keluar tol saya dipepet dua pemuda berboncengan Honda Tiger, waktu itu dalam kondisi gerimis ,jalanan sepi dan gelap. Tidak tahu apa salahnya saya dipaksa untuk turun, sementara motor mereka diparkir didepan mobil saya. Terpaksa saya berhenti, mereka sembari menggendor-gedor pintu mobil saya dari arah samping kira dan kanan. Melihat kejadian ini saya pinginnya meladeni, kaca mobil saya buka sambil berkata "..salah saya apa mas?..". Mereka tetap menendang dan memukul kap mobil, saya semakin emosi tetapi nyonyah langsung memegang tangan kiri saya sambil berkata "jangan diladeni mas, mereka berdua sementara kamu lelaki sendiri, apa tidak kasihan sama si Kembar dan Nasywa kalo ada apa-apa..". Saya langsung nengok ke bangku belakang, terlihat sikecil sedang tidur, akhirnya saya jadi berpikir dua kali untuk keluar dari mobil. Pintu kaca mobil saya tutup lagi sambil berpikir, salah saya apa? Toh saya tidak merasa menyenggol/menabrak motor Tiger..Sementara di luar kedua orang tadi masih memukul-mukul kap mobil satunya di samping kanan mobil, saya diam di dalam. Tak selang beberapa lama ada sepeda motor lewat berlawanan arah, kaca mobil saya dibuka saya minta bantuan untuk berhenti. Alhamdulillah pengendara motor berhenti, dan saya pun berani keluar mobil dengan kondisi mesin mati, sementara kunci saya pegang. Kemudian saya menghampiri kedua orang tadi, anehnya mereka berubah, kali ini nada bicaranya agak turun. Tak beberapa lama ada mobil lewat, saya suruh untuk berhenti juga. Maksud saya kalo jalanan macet pasti saya disuruh untuk jalan terus. Tidak sampai 10 menit kendaraan/orang sudah banyak disekeliling kejadian tersebut. Semakin banyak orang akhirnya kedua orang tadi langsung cabut tancap gas meninggalkan saya.

Hikmah dari kejadian diatas, coba kalo saya menuruti emosi pasti saya keluar meladeni orang tadi. Bisa jadi temen satu lagi dengan leluasa masuk ke mobil saya langsung di bawa. Toh mereka tahu yang didalam mobil cuma perempuan semua (nyonyah dan ketiga anak saya yang masih kecil). Ibarat, tinggal masuk tol lagi sudah selesai riwayat itu mobil mau dibawa kemana termasuk nyonyah dan ketiga anakku. Tetapi alhamdulillah, Allah masih melindungi saya dan keluarga. Meskipun mobil dalam keadaan penyok (karena pukulan dan tendangan) namun jiwa tetap selamat. Ini yang paling utama..
Saya tidak tahu apakah kejadian di atas, ada upaya untuk merampok mobil saya dengan modus operandi demikian? ..atau memang kanibal di jalanan menimpa saya?

Selasa, 12 Februari 2008

Kanibal di Jalanan


Dengar namanya aja serem, kanibal seakan sebuah cerita di televisi-televisi yang biasanya ditayangkan dalam documantary programe. Istilah kanibal mungkin bisa juga dikatakan semacam binatang karnivora, pemakan daging. Ihh...seremm!. Kanibal disini saya maksudkan bukan arti di atas tetapi sebuah perumpamaan betapa jahatnya/betapa teganya, ketika kita sedang mengendarai kendaraan di jalan di Jakarta. Saling serobot sana serobot sini, belok tanpa sign, berhenti lampu merah di depan zebra cross semua ini contoh betapa kanibalnya pemakai jalan terhadap orang lain. Termasuk juga para pejalan kaki yang hak mereka dirampas untuk sebuah kenyamanan berjalan.

Sadis memang..tapi begitulah kenyataan. Dengan menjamurnya sepeda motor serta merta tidak diimbangi pola dan tingkah laku tertib lalu lintas pengguna jalan. Termasuk juga pemakai mobil pribadi, angkot, dan para bikers. Yang bikers mungkin berpikir "Siapa mau macet di jalan kalo masih bisa selip kanan selip kiri..lebi cepat nyampe".Begitu juga pengguna mobil pribadi "Kalo naik angkot nggak aman dan nyaman, mengapa tidak pake mobil sendiri aja...", lain lagi bagi sopir angkot "Yang penting setoran nutup, kalo pingin jalanan lancar pulang kampung aja, ini Jakarta boss.!". Sepertinya setiap pengguna kendaraan sudah terdoktrin di hati mereka masing-masing tentang apa alasan mereka memakai alat transportasi itu. Kalo sudah begini, sepertinya tidak mungkin sebuah itikad baik untuk berkendara yang tertib dan lancar sekaligus manusiawi (maksudnya tidak saling memepet atau berebutan antar pengguna jalan).

Saya pernah melihat dengan mata kepala saya sendiri, bagaimana ketidakdisiplinan pengguna jalan yang berujung berantem antar pengguna jalan. Waktu itu saya pulang ngantor pingin jalan alternatif, akhirnya saya lewat jalan Pondok Gede. Seperti hari biasa juga di depan pasar Pondok Gede, angkot merah ngetem seenaknya. Saya melihat sebenarnya yang ngetem itu angkot di depan (paling depan) tetapi sampai mamanjang. Klakson mobil berbunyi silih berganti, sementara kendaraan diam tak bergerak negitu juga sepeda motor. Benar-benar stag dan sangat berisik ,yang tak kalah kesalnya debu dan bunyi knalpot meraung-raung seakan mendandakan ketidaksabaran pemakai jalan untuk segera jalan.

Tiba-tiba...gdubraaaaakkk!! Ternyata mobil pribadi minibus dengan sundulan (kaya pemain bola aja) menabrak angkot di depannya. Sementara pedal gas masih mereka tekan, sampai mobil itu menabrak juga mobil angkot di depannya (ditabrak secara beruntun). Benar-benar ringsek bagian belakang mobil angkot yang ditabrak tersebut, dua sopir yang kena tabrak itu langsung turun dan ke belakang menghampiri mobil yang menabrak, anehnya kedua sopir angkot tadi tidak berdaya ketika sosok berpostur tinggi dengan rambut cepak keluar dari mobilnya yang menabrak tadi. Sepertinya seorang militer/petugas yang menabrak mobil angkot itu. Dan tidak beberapa lama, angkot yang ngetem paling depan segera berjalan setelah kejadian tersebut.

Melihat kejadian diatas, saya jadi berpikir..memang harus bersikap berani dan tegas untuk menghadapi sesuatu. Saya jadi merasa iba melihat sopir angkot dengan mobil yang ringsek gara-gara ngetem untuk mendapatkan penumpang. Sebuah perjuangan yang tidak sebanding dengan kenyataan, pahit memang..tetapi itulah kenyataan. Apabila kita tidak berbuat disiplin yang akhirnya merugikan orang lain. Terus saya berpikir..mengapa yang menabrak tadi tidak bersabar, toh pada jam pulang kerja di daerah Pondk Gede sering macet, atau karena dia seorang petugas, sehingga bisa leluasa berbuat seenaknya. Sebenarnya secara pribadi saya kasihan sama sopir angkot tadi, setoran berapa sampai mobil ringsek begitu. Tetapi salahnya mereka berhenti sembarangan yang menyebabkan kemacetan. Duh ibukotaku bisa tidak kamu berbenah untuk mengatasi masalah kemacetan, saya pikir Fauzai Bowo-pun tidak cukup untuk mengatasi masalah kemacetan/kesemrawutan transportasi di Jakarta, tanpa di imbangi kesadaran pemakai jalan.

Kalo kanibal di jalan, jangan deh..mending tertib di jalan..berguna sesama orang. Dan jangan lupa bersabar dan ikuti tata tertib, karena ketika kita di jalan banyak orang yang negharapkan kita selamat sampai tujuan. Mungkin anak istri yang selalu menunggu di rumah atau temen yang ingin bertemu dengan kita. Tertib di jalan selamat di rumah.

Mimisan


Seperti biasanya sebelum ngantor saya sempatkan bermain.becanda sebentar dengan si kembar, namun hari ini kembar (Nabila) sempat hidungnya mimisan atau istilah kedokterannya epistaksis. Pagi ini agak repot memang tetapi ada juga yang panik, termasuk nyonyahku. Jarang melihat Nabila dengan hidung belepotan darah sampai ke pipi. Tetapi alhmadulillah hidung yang berdarah tersebut segera dapat diatasi.

Paginya setelah sampai di kantor ,aku buka di google penyebab mimisan dan ternyata banyak juga penyebabnya, antara lain seperti :
1. Panas dalam ataupun demam tinggi.
2. Mengorek - korek hidung terlalu kuat.
3. Trauma tumpul (ditinju) dan fraktur/ patah tulang hidung.
4. Adanya benda asing dalam hidung (sering terjadi pada anak).
5. Bersin yang berulang-ulang.
6. Iritasi karena terhirup zat kimia seperti zat alkohol pada pewangi, mencium menthol yang ada pada remason, minyak angin, dsb.
7. Kelembaban udara yang rendah dan kering.
8. Perubahan tekanan udara yang ekstrim (barotrauma).
9. Akibat sekunder infeksi lokal pada hidung seperti vestibulitis, rhinitis dan sinusitis.
10. Infeksi sistemik seperti demam tifus, malaria, demam berdarah, dll.
11. Arteriosklerosis (pengerasan pembuluh darah arteri).
12. Hipertensi.
13. Tumor pada paranasal sinus atau nasofaring.
14. Kelainan darah seperti, anemia aplastik, leukemia, ITP, gangguan pembekuan darah.
15. Penggunaan obat yang mengganggu pembekuan darah seperti aspirin, heparin, dll.
16. Sindrom Rendu Osler Weber (kelainan bawaan bentuk pemebuluh darah - Hereditary Hemorrhagic Telangiectasia).
17. Penyakit hati.


Apabila dalam seminggu atau sebulan masih mengalami gejala mimisan, segera memeriksakan keluhannya ke dokter spesialis THT (Tenggorokan Hidung dan Telinga) ataupun spesialis penyakit dalam, untuk mengetahui penyebab sebenarnya secara lebih jelas. Semakin dini pasien mengetahui penyebabnya semakin cepat penyakit tersebut diatasi.

Senin, 11 Februari 2008

I don`t like monday

Seperti biasanya, ketika hari mulai beranjak siang dan waktu pun semakin cepat berganti. Biasanya kita dipaksa oleh keadaan untuk berbuat yang lebih baik. Senin ini di pagi yang dengan cuaca tidak bersahabat (maklum ketika mo berangkat ngantor di rumah hujan deras), saya berusaha untuk berpenampilan agak lain. Semua orang kantor tahu, kalo saya tidak pernah berpakaian rapi, nah hari ini agaknya lain. Padahal hari Senin dipastikan naik motor dar pada membawa mobil, dengan asumsi jalanan macet. Tetapi kalo cuaca lagi hujan apa boleh buat..terpaksa bawa mobil.

Dengan kemeja biru lengan panjang, sepatu pantofel warna hitam dibalut kaos kaki abu-abu dan masih seperti biasanya celana jeans, celana wajib untuk saya. Sengaja hari ini agak rapi, karena saya tidak naik motor. Dan saya pingin tahu sampai sejauh ana reaksi temen-temen kalo saya berpakaian rapi. Namun sayang ketika saya berpakaian rapi tidak serta merta membawa buku kecil dengan ballpointnya. Sehingga ketika banyak orang bertanya, kagum barangkali (halah..!) tidak saya tulis siapa saja orang menyalami saya. Mungkin hari ini lebih 20 orang telah mengatakan ke saya, "..tumben mas Brindil rapi hari ini.. "
Mulai dari masuk ruangan untuk absen pagi, ketemu temen di ruang meeting sampai di kantin kantor banyak orang mengatakan demikian.

Susah juga ternyata mau mengubah kebiasaan, pinginnya berpenampilan lebih baik baru mau berpakaian rapi sehari saja sudah banyak orang yang ngomongin. Ya sudahlah ..maklum kerjanya orang grafis. Ibarat kerja di dapur, jarang ketemu antar karyawan. Yang biasanya ketemu sama komputer dan alat gambar tiba-tiba berpakaian rapi bertemu dengan orang luar. sepertinya hari ini lain dari hari yang biasa. I like monday without shirt, but i like everyday use t-shirt. Walah ..opo iki!!!